Kamis, 02 Februari 2012

Tujuh Alasan Memilih Institut Pertanian Bogor


7 alasan pilih IPB
  1. Universitas Kelas Dunia (World Class University)
  2. Perguruan Tinggi Paling Inovatif di Indonesia (The Most Innovative Campus in Indonesia)
  3. Keunggulan Akademik dan Riset (Academic and Research Excellence)
  4. Universitas Berwawasan Kewirausahaan (Enterpreneurial University)
  5. Berkualitas dan Terakreditasi Internasional (Quality and International Accreditation)
  6. Kampus Hijau dan Dinamis (Green and Dynamic Campus)
  7. Kesempatan Bekerja yang Lebih Luas (Employment Opporturnity) 


1. Universitas Kelas Dunia (World Class University)

WCUIPB

Insitut Pertanian Bogor meraih peringkat 119 Asia dan 600+ Dunia (QS World University Ranking)
Institut Pertanian Bogor merupakan Top 5 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia bersama-sama dengan UI, UGM, ITB dan UNAIR


No
University
Number of Article (Scopus)
Bibliometric
Ranking
QS Indonesia Ranking
Webometric Ranking
1
University of Indonesia
1772
1
1
1
2
Bandung Institute of Technology (ITB)
1476
2
4
2
3
Gajah Mada University
890
3
2
3
4
Bogor Agricultural University (IPB)
654
4
5
5
5
Airlangga University
323
5
3
13



2. Perguruan Tinggi Paling Inovatif di Indonesia 

inov



100 Indonesia Innovations : 21% inovasi berasal dari IPB
101 Indonesia Innovations : 23% inovasi berasal dari IPB
102 Indonesia Innovations : 50% inovasi berasal dari IPB
103 Indonesia Innovations : 32% inovasi berasal dari IPB

  



3. Keunggulan Akademik dan Riset

ngajar


4. Universitas Berwawasan Kewirausahaan


Dengan kurikulum yang dilengkapi dengan mata kuliah kewirausahaan, IPB telah menghasilkan banyak mahasiswa yang sukses berwirausaha. Pada Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan tahun 2012, kelompok yang didanai sejumlah 191 kelompok.
Berikut beberapa wirausahawan muda alumni IPB yang sukses di bidangnya:

Ance Trio Marta

Jutawan Bawal

Juara I Wirausaha Muda Mandiri Nasional  2009
Usia 24 Tahun
Omzet Ratusan Juta Rupiah

Gigin Mardiansyah

Juragan Boneka Horta

Usia 26 Tahun
Omzet Ratusan Juta Rupiah

Elang Gumilang

Si Raja Properti

Juara I Wirausaha Muda Mandiri Tingkat Nasional 2007
Umur 25 Tahun
Omzet Usaha Rp 200 Milyar
ance gigin  

5. Berkualitas dan Terakreditasi Internasional

QUALITY
  • IPB merupakan salah satu dari hanya 5 PTN yang memperoleh AKREDITASI INSTITUSI A (Sangat Baik)
  • IPB merupakan satu dari 10 PTN yang telah mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal PTN
  • Dalam proses (in process) akreditasi internasional :
    • Fakultas Kedokteran Hewan
    • Departemen Teknologi Industri Pertanian
  • Dari 36 Program Studi Sarjana
    • 34 (94%) Terakreditasi A oleh BAN-PT Kemdikbud
    • 2 (6%) Terakreditasi B oleh BAN-PT Kemdikbud
  • Lab. Terakreditasi Internasional ISO 17025 & Unit Kerja dengan ISO 9001

6. Kampus Hijau dan Dinamis

 green
  • Peringkat 2 Green Metric World University Ranking Perguruan Tinggi di Indonesia
  • Juara I Green Living Movement : Kompas Kampus & Tupperware 2011
green
  g2


7. Kesempatan Bekerja yang Lebih Luas

MASA KERJAbk
industiPO1
keuanganjurnalistik

Sabtu, 27 November 2010

About Pertanian Organik

Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan �Back to Nature� telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik. Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.
Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Peluang Pertanian Organik di Indonesia
Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.
Volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea.
Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain: 1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, 2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia, 3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.
Areal tanam pertanian organik, Australia dan Oceania mempunyai lahan terluas yaitu sekitar 7,7 juta ha. Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara masing-masing sekitar 4,2 juta; 3,7 juta dan 1,3 juta hektar. Areal tanam komoditas pertanian organik di Asia dan Afrika masih relatif rendah yaitu sekitar 0,09 juta dan 0,06 juta hektar (Tabel 1). Sayuran, kopi dan teh mendominasi pasar produk pertanian organik internasional di samping produk peternakan.(pertanianorganik.wordpress.com)

Agriculture for All

huh....Assalamualaikum...alhamdulillah blog udah banyak dibuat tapi baru satu nie aja yang diposting. hahaha...makhlum lah lagi sibuk-sibuknya. n puji syukur...thanks to Allah atas semua nikmat dan karunia yang udah diberikan. shalawat serta salam juga tercurahkan to Rosululloh SAW yang udah membawa kita kedalam nikmat islam. Salam kenal aja guys..Name Arik, selamat datang diblog yang gak jelas banget alias g.j abis. Di sini Insya Allah aku kan ngasih info-info mengenai hal-hal yang penting or gak penting (tuh kan gag jelas lagi). Tentang aktivitasku and pengalaman-pengalamanku di sini. Oh ya lupa lagi, aku anak dari kota kecil yang bernama MOJOKERTO, kotanya Patih Gaja Mada,hehehe. n aktivitasku sekarang alhamdulillah sedang menuntut ilmu di kampus rakyat, Bogor Agricultural University or IPB. jurusan ilmu tanah. sekali lagi met menikmati atje...oyi..
Wassalamualaikum wr.wb